BICARADATA.CO, EKONOMI – Lesunya aktivitas ekonomi di pasar tradisional kini berimbas pada nasib ratusan pedagang di Pasar Tomang, Jakarta Barat. Tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), para pedagang turun ke jalan menggelar aksi protes terhadap kebijakan Direksi PD Pasar Jaya terkait Perpanjangan Hak Pakai (PHP).
Aksi ini dipicu oleh penetapan biaya PHP yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi objektif di lapangan, di mana omzet pedagang merosot tajam akibat Pasar Tomang yang tak lagi seramai dahulu.
“Menetapkan biaya PHP tanpa melihat kondisi pedagang, bersikap masa bodo dan agresif berarti tidak peduli dengan kondisi pedagang yang menghidupkan perekonomian,” Ujar Koordinator Aksi sekaligus Wasekjen APPSI, Moh. Hanafi, Kamis (1/10/2026).
Hanafi menjelaskan, pedagang memahami hak PD Pasar Jaya dalam memungut biaya PHP. Namun, ketimbang melayangkan ancaman penyegelan, pengelola disarankan memperpanjang durasi atau tenggat pembayaran serta memprioritaskan pembenahan sarana dan prasarana pasar.
Kekecewaan para pedagang makin memuncak lantaran pelayanan pimpinan pasar setempat dinilai jauh dari semangat pengayoman. Dalam aksinya, pedagang menuntut pemutasian Kepala Pasar Tomang Barat dan Kepala Staf Tata Usaha.
“Kepala Pasar dan Kepala Staff tidak peduli dengan kondisi pedagang, angkuh dan seharusnya dicopot,” sambung Hanafi.
Ia mengingatkan bahwa manajemen pasar seharusnya menjadi garda terdepan dalam mewujudkan visi perusahaan sebagai penyokong ekonomi masyarakat, bukan justru menjadi penekan.
“Pelaksana tugas di tiap pasar harusnya bisa peka dan merasakan keadaan pasar dengan real. Bukan melakukan hal yang tidak sejalan dengan visi dan tujuan perusahaan” tutup Hanafi.
Editor: Redaksi


