Sri Mulyani Kembali Jabat Posisi Penting di Bank Dunia

Bagikan

BICARADATA.CO, KABAR – Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengemban posisi penting di kancah global. Bank Dunia menunjuknya sebagai Ketua Independen Bersama (Independent Co-Chair) untuk Asosiasi Pengembangan Internasional (International Development Association/IDA) periode ke-22, dengan tanggung jawab memimpin upaya penggalangan dana bagi negara-negara paling miskin di dunia hingga tahun 2031.

Dalam peran barunya ini, Sri Mulyani akan memimpin proses pengisian ulang (replenishment) dana IDA22 bersama dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia, Paschal Donohoe. Tugas pokok yang diembannya adalah memperkuat dukungan kebijakan sekaligus menggalang komitmen pendanaan dari negara-negara donor dan negara-negara peminjam.

Merujuk pada pernyataan resmi Bank Dunia, penunjukan Sri Mulyani tidak terlepas dari proses seleksi yang dijalankan oleh komite pencari yang beranggotakan perwakilan dari kelompok negara donor serta negara peminjam.

“Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam,” demikian keterangan Bank Dunia, Kamis (6/8).

Pengangkatan ini merupakan bentuk apresiasi dunia internasional terhadap rekam jejak Sri Mulyani yang panjang di bidang pembiayaan pembangunan. Selain pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia, ia juga dikenal sebagai mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia dan aktif terlibat dalam berbagai forum ekonomi global. Bank Dunia bahkan menyebutnya sebagai salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam hal pembiayaan pembangunan internasional.

Menentukan Pendanaan bagi 78 Negara

International Development Association (IDA) adalah lembaga pendanaan di bawah naungan Grup Bank Dunia yang fokus membantu negara-negara berpendapatan rendah dalam upaya mengurangi kemiskinan ekstrem. Melalui skema pinjaman tanpa bunga, pinjaman berbunga rendah, dan hibah, IDA membiayai berbagai program pembangunan, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Siklus pengisian ulang dana IDA22 ini nantinya akan menentukan besaran pembiayaan konsesional yang dapat diakses oleh 78 negara hingga tahun 2031. Sejak didirikan pada 1960, IDA telah menyalurkan dana lebih dari 632 miliar dolar AS untuk mendukung pembangunan di 115 negara. Pendanaan ini menjadi salah satu instrumen andalan Bank Dunia dalam membantu negara-negara berpenghasilan rendah keluar dari jeratan kemiskinan ekstrem.

Penggalangan Dana Bergulir Mulai Desember

Proses pengisian kembali dana IDA22 secara resmi akan dimulai dalam Pertemuan Tinjauan Tengah Periode (Mid-Term Review) yang dijadwalkan berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Selanjutnya, pertemuan final untuk penyampaian komitmen pendanaan dari negara-negara donor direncanakan akan digelar pada Desember 2027. Forum-forum tersebut menjadi momen krusial bagi negara-negara anggota Bank Dunia untuk menentukan besaran dukungan pembiayaan bagi puluhan negara termiskin untuk periode mendatang.

Sejak siklus IDA18, proses pengisian ulang dana IDA dipimpin oleh dua ketua bersama (co-chair), yaitu seorang figur independen yang memiliki pengalaman luas di bidang bank pembangunan multilateral serta seorang pejabat tinggi Bank Dunia yang ditunjuk langsung oleh Presiden Bank Dunia.

Penunjukan Sri Mulyani sebagai Ketua Independen IDA22 memperkuat posisi tawar Indonesia di panggung ekonomi global. Kepercayaan ini sekaligus menegaskan bahwa komunitas internasional mengakui kapasitas kepemimpinan Indonesia dalam mengawal agenda pembangunan dan upaya pengentasan kemiskinan di tingkat dunia.

Editor: Redaksi

Baca Selengkapnya

Local News