BICARADATA.CO, MALANG – Sebanyak mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang dari Kelompok 3 menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Tematik (PM-T) sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam ranah pengabdian kepada masyarakat. Acara yang berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026 di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang ini mengangkat program berjudul “Penyuluhan Inovasi Pengolahan Susu Sapi Perah dan Pengembangan Kemasan Produk Berbasis E-Commerce.”
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa Program Studi Manajemen UNITRI Malang memberikan penyuluhan kepada para peternak sapi perah serta pelaku UMKM pengolahan susu di Desa Waturejo. Program ini dipilih karena Desa Waturejo menyimpan potensi besar sebagai sentra produksi susu sapi perah di Kecamatan Ngantang, namun pemanfaatan susu masih terbatas pada produk segar sehingga diperlukan terobosan untuk meningkatkan nilai ekonomi produk.
Penyuluhan yang diberikan mahasiswa berfokus pada inovasi pengolahan susu sapi perah menjadi minuman sehat dengan mengkombinasikan bahan-bahan alami seperti kunyit, jahe, kayu manis, dan madu. Mahasiswa memberikan arahan mengenai teknik pengolahan yang tepat agar rasa, mutu, dan kandungan gizi susu tetap optimal, di samping menghasilkan produk dengan harga jual yang lebih kompetitif.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga memberikan wawasan mengenai manfaat penggunaan rempah-rempah alami sebagai bahan campuran dalam produk olahan susu. Selain memberikan cita rasa yang khas, perpaduan susu dengan kunyit, jahe, kayu manis, dan madu diharapkan mampu menjadi terobosan produk yang sejalan dengan tren minuman sehat dan meningkatkan minat konsumen.
Penyuluhan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan produk olahan susu yang lebih kreatif, bermutu, dan mampu bersaing di pasar. Dengan beragamnya variasi produk, masyarakat diharapkan tidak hanya menggantungkan diri pada penjualan susu segar, tetapi juga mampu meraih nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui produk olahan.
Di samping penyuluhan mengenai inovasi produk, mahasiswa PM-T UNITRI Malang juga memberikan edukasi terkait pengembangan kemasan produk yang menarik dan informatif. Masyarakat diberikan pemahaman tentang pentingnya desain kemasan, pencantuman label produk, komposisi, serta identitas usaha sebagai langkah meningkatkan kepercayaan konsumen.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengenalkan strategi pemasaran digital melalui platform e-commerce sebagai upaya memperluas jangkauan pemasaran produk. Para peserta penyuluhan diberikan wawasan tentang pemanfaatan marketplace dan media sosial sebagai sarana promosi agar produk olahan susu dapat dikenal oleh khalayak yang lebih luas.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PM-T UNITRI Malang, Fendiyatmi Kusufa, menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan ini memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya peternak sapi perah di Desa Waturejo.
“Kegiatan PM-T ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai inovasi pengolahan produk dan strategi pemasaran yang lebih modern. Harapannya, masyarakat dapat meningkatkan nilai tambah produk susu melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta tanggung jawab sebagai bagian dari civitas akademika. “Mahasiswa tidak hanya belajar memahami potensi yang dimiliki desa, tetapi juga mampu mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masyarakat dan memberikan solusi melalui kegiatan penyuluhan yang aplikatif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok 3 PM-T UNITRI Malang, Petrus Sovian Efendi Mantur, menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan inovasi pengolahan susu sapi perah dan pengembangan kemasan produk berbasis e-commerce di Desa Waturejo menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh anggota kelompok.
“Melalui kegiatan ini, kami belajar secara langsung mengenai potensi pengolahan susu sapi perah menjadi produk yang lebih inovatif sekaligus memahami tantangan yang dihadapi peternak dan pelaku UMKM dalam meningkatkan kualitas produk, kemasan, dan pemasaran. Penyuluhan ini memberikan pengalaman bagi kami untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendorong masyarakat agar mampu menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing,” ungkapnya.
Menurut Petrus, potensi susu sapi perah di Desa Waturejo sangat besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang lebih inovatif. Namun, masih diperlukan peningkatan pengetahuan mengenai teknik pengolahan, desain kemasan yang menarik, serta pemanfaatan platform digital sebagai media promosi dan pemasaran.
“Kami berharap penyuluhan yang kami berikan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dalam mengolah susu sapi perah serta memanfaatkan e-commerce sebagai sarana memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas,” katanya.
Lebih lanjut, Petrus Sovian Efendi Mantur berharap agar ilmu dan keterampilan yang telah diberikan selama kegiatan penyuluhan dapat terus diterapkan oleh masyarakat meskipun program PM-T telah selesai.
“Keberhasilan kegiatan ini bukan hanya saat program penyuluhan berlangsung, tetapi ketika masyarakat mampu menerapkan inovasi pengolahan susu, mengembangkan kemasan produk yang lebih menarik, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing usaha secara mandiri dan berkelanjutan,” tutupnya.
Secara keseluruhan, kegiatan PM-T UNITRI Malang di Desa Waturejo diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan nilai tambah produk olahan susu sapi perah melalui inovasi produk, pengembangan kemasan, dan pemasaran berbasis e-commerce. Sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, peternak sapi perah, dan pelaku UMKM menjadi langkah strategis dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa serta meningkatkan daya saing produk lokal secara berkelanjutan.
Editor: Redaksi


